Sarung atau sepotong kain lebar berbahan katun, polyester atau bahkan sutera yang dililit di pinggang hingga bagian bawah tubuh telah lama dikenal masyarakat di Indonesia. Karena, penggunaan sarung identik dengan umat Muslim saat beribadah dan sebagai pelengkap busana daerah tertentu.
Sarung bahkan pernah simbol perjuangan melawan budaya Barat yang dibawa para penjajah. Namun, sarung nyatanya tak semata menjadi bagian dari pelengkap pakaian atau ibadah saja.
Berikut beberapa penggunaan sarung yang unik di Indonesia:
– Ayunan anak
Di beberapa daerah, sarung dijadikan ayunan anak-anak bila tak ada ayunan kelambu. Tak hanya itu, anak-anak juga memanfaatkan sarung yang dikenakan ayahnya untuk berayun-ayun. Anda pernah melakukannya kala kecil dulu?
– Topeng ninja
Di era 90-an, anak-anak memodifikasi sarung untuk dijadikan penutup kepala saat bermain peran sebagai ninja layaknya di Jepang. Mereka melompat-lompat mengenakan topeng ninja berbahan sarung.
– Senjata
Dalam kisah pendekar-pendekar Betawi, sarung kerapkali digunakan sebagai senjata. Anak-anak juga menggunakan sarung saat bermain perang-perangan seusai shalat. Biasanya mereka akan mengepalkan sarung untuk dipukulkan pada lawannya.
– Pembungkus pakaian
Dahulu, permukaan sarung yang luas digunakan sebagian orang membungkus pakaian saat bepergian. Kini, masihkah Anda melihatnya?

Informasi yang kami sampaikan mengenai Sisi Lain dari Sarung merupakan informasi bersifat umum, bertujuan untuk menambah wawasan pembaca dan bukan menggantikan saran dari para ahli dibidangnya. Apabila ada kesalahan atau sumber Sisi Lain dari Sarung yang berkaitan dengan hal tersebut segeralah informasikan kepada kami melalui acount sosial media atau kolom komentar.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *